Padang— Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Sumatera Barat menggelar Rapat Harian Syuriyah dan Tanfidziyah pada Rabu (11/2/2026) di Sekretariat PWNU Sumbar, Padang. Rapat ini menjadi momentum konsolidasi strategis dalam menghadapi agenda nasional organisasi sekaligus mematangkan program Ramadhan 1447 H.
Rapat dipimpin langsung oleh Rais Syuriyah PWNU Sumatera Barat KH. Moch. Chozien Adenan dan Ketua Tanfidziyah Prof. H. Ganefri, Ph.D, serta dihadiri jajaran pengurus harian Syuriyah dan Tanfidziyah.
Dalam arahannya, Rais Syuriyah PWNU Sumbar KH. Moch. Chozien Adenan menegaskan pentingnya menjaga kekompakan dan kesatuan komando seluruh struktur NU di Sumatera Barat menjelang Muktamar 2026.
“Menjelang Muktamar, kita tidak boleh berjalan sendiri-sendiri. Soliditas antara PWNU dan PCNU harus benar-benar terjaga. Kekompakan inilah yang akan menjadi kekuatan utama kita di tingkat nasional,” tegas beliau.
Ia juga mengingatkan bahwa kebersamaan dan kesatuan langkah merupakan nilai strategis yang akan menentukan posisi dan peran PWNU Sumbar dalam percaturan organisasi ke depan.
Selain itu, Rais Syuriyah menyampaikan pentingnya pembinaan cabang yang masa kepengurusannya diperpanjang.
“Cabang yang diperpanjang masa khidmahnya harus kita dampingi. Pembinaan ini bukan sekadar administratif, tapi penguatan jam’iyah agar tetap hidup dan bergerak,” ujarnya.
Untuk itu, rapat memutuskan pembentukan empat tim pembinaan yang akan turun langsung ke daerah, masing-masing minimal beranggotakan empat orang.
Sementara itu, Ketua Tanfidziyah PWNU Sumbar Prof. H. Ganefri, Ph.D menekankan pentingnya penguatan sarana dan prasarana organisasi sebagai penopang gerak khidmah NU.
“Kita berkomitmen memperkuat infrastruktur organisasi. PWNU Sumbar terus mengupayakan pencarian lahan untuk kantor yang lebih representatif di masa depan,” ungkapnya.
Ia menjelaskan bahwa sekretariat yang ada saat ini tetap akan direnovasi dengan mempertahankan struktur dasar bangunan, namun direhabilitasi agar lebih layak dan fungsional.
“Kantor ini harus menjadi pusat aktivitas organisasi. Tidak hanya pengurus wilayah, tapi juga Banom harus bisa menjadikannya sebagai ruang gerak bersama,” tambahnya.
Direncanakan pula pembangunan ruang sidang yang mampu menampung seluruh jajaran pengurus serta penguatan aktivitas rutin organisasi. Termasuk di antaranya rencana pelaksanaan Lailatul Ijtima’ dan Halal Bihalal di lingkungan Gubernuran sebagai bentuk sinergi dengan pemerintah daerah.
Menyambut Ramadhan 1447 H, PWNU Sumbar juga mematangkan program turun ke daerah (turba) dan Safari Ramadhan.
Ketua Tanfidziyah menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremonial, tetapi bagian dari konsolidasi jam’iyah.
“Safari Ramadhan adalah momentum memperkuat ukhuwah, melakukan pembinaan, sekaligus memastikan peran NU benar-benar dirasakan masyarakat,” jelas Prof. Ganefri.
Disepakati dua tim akan diterjunkan:
• Tim I ke Kabupaten Solok
• Tim II ke Kabupaten Agam
Selain itu, akan dilaksanakan pula kunjungan konsolidasi ke Kabupaten Solok, Kota Solok, dan Kabupaten Sijunjung.
Rapat juga membahas sejumlah agenda strategis lainnya, di antaranya:
• Rehabilitasi Sekretariat PWNU Sumbar
• Penguatan persatuan dan kekompakan NU Sumatera Barat
• Pelaksanaan kaderisasi PWNU di Padang (Hotel UNP)
• Penataan kader yang belum terakomodir
• Komitmen membesarkan Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Sumbar
Rapat ditutup dengan doa dan harapan agar seluruh ikhtiar yang dirancang mendapat kemudahan dan keberkahan dari Allah SWT serta semakin memperkokoh peran Nahdlatul Ulama sebagai khidmah bagi umat, daerah, dan bangsa.
Oleh: Firdaus Gani/ay